Home » , » Niat Sholat Jamak dan Qoshor

Niat Sholat Jamak dan Qoshor

Written By Ravindra Indra on Jumat | 17:59


      Niat Sholat Jamak dan Qoshor atau tata cara jamak qoshor, niat menjamak atau niat sholat qoshor sudah menjadi kebutuhan setiap orang apalagi yang biasa bepergian jauh, maka ilmu ini akan menjadi ilmu pokok dalam menjalankan sholat. Berikut kaifiyah sholat jamak dan sholat qoshor. Dan bagaimana sholat tersebut benar menurut syareat islam.
        Sebelum penulis tuliskan niat sholat jamak qoshor maka perlu penulis jelaskan bahwa sholat jamak adalah mengumpulkan 2 sholat sekaligus dalam satu waktu yaitu dzuhur dengan ashar, magrib dengan isya’ karena bepergian atau karena hujan yang lebat. Dan tidak boleh mengumpulkan antara subuh dengan sholat yang lainnya atau sholat magrib dengan dzuhur pun tidak boleh.

Jamak itu ada 2 yaitu jamak taqdim dan jamak ta’khir
       Jamak taqdim adalah mengumpulkan dua sholat diwaktu yang pertama. Misal : dzuhur dengan ashar dikerjakan diwaktu dzuhur. Untuk jamak ta’khir sebaliknya dzuhur dengan ashar dikerjakan diwaktu ashar.

Syarat Jamak Taqdim

ويشترط لجمع القديم الترتيب والولاء و نية الجمع في الأولى و بقاء السفر إلى عقد الثانيه ووجود المطر اول كل منهما و عند سلام الأولى ﴿حشية الشرقاوي : جزء الأول دار الفكر صحفة : ۲٥١ - ۲٥۲
  • Tartib atau berurutan, artinya misal dzuhur dengan ashar maka mengejakan sholat dzuhur dulu baru sholat ashar.
  • Wila ( baca : Wilak ) Atau menyambung antara sholat yang pertama dengan yang kedua tanpa disela dengan wirid maupun do’a maupun kata-kata yang lain. Artinya setelah salam sholat dzuhur langsung berdiri melaksanakan sholat ashar. Misal mengatakan Ashsholatu Jaami’ah tidak masalah, Boleh.
  • Niat Jamak diwaktu sholat yang pertama. Jadi bukan sebelum sholat. Artinya niat itu tidak sah apabila dilakukan sebelum sholat. Niat harus dilakukan didalam sholat yang pertama. Dengan cara diucapkan didalam hati (jawa: dikrentekke nong njero ati/ batin). Jadi niatnya seperti sholat yang sudah biasa anda lakukan

Contoh niatnya yang singkat dan BENAR (misal Dzuhur dengan Ashar) : *

اُصَلِّ فَرْضَ الظُّهْرِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Usholli Fardlodzuhri lillahi ta’ala, kemudian didalam sholat mengucapkan dalam hati ashar saya jamak (jawa: Ashar tak jamak). Jangan terbalik dzuhur saya jamak. Setelah selesai salam langsung berdiri untuk melaksanakan sholat ashar, dengan niat seperti ini : *

اُصَلِّ فَرْضَ العَصْرِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Itu saja cukup.

Catatan : Jadi menempatkan niat harus didalam sholat yang pertama dengan cara mengucapkan dengan hati. Maka TIDAK SAH jika ada niat seperti ini

اُصَلِّ فَرْضَ الظُّهْرِمَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Karena niat ini jelas diluar sholat, padahal aslinya harus didalam sholat. Secara terjemahan pula SALAH, karena arti niat diatas adalah “ saya niat sholat dzuhur dikumpulkan dengan sholat ashar”. Berarti dzuhurnya yang dikumpulkan, padahal seharusnya Asharnya yang dikumpulkan.
         Sebenarnya islam itu mudah, kenapa harus dipersulit. Ini yang terkadang menjadi masalah saat seseorang melakukan perjalanan dan niat untuk menjamak sholat, karena niatnya DIPERIBET alias DIPERSULIT, maka orang jadi males sholat.

MERINGKAS SHOLAT (QOSHOR)

وَإذَا ضَرَبْتُمْ فِي اْلأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوْا مِنَ الصَّلَوٰةِ إنْ خِفْتُمْ ( الأية )
An- ayat 101 nisa
Dan apabila kamu bepergian dimuka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqoshor Sembahyangmu.

       Dengan kata lain Meringkas Sholat, 4 rekaat menjadi 2 rekaat, 3 rekaat tetap 3 rekaat, TIDAK 1,5. Karena jumlah rekaat sholat tidak ada 1 setengah.
Meringkas sholat kalau sudah menempuh perjalanan kurang lebih 90 km dan pergi bukan untuk maksiat.

Niat Qoshor bersamaan dengan takbirotul ihrom
وأن ينوي القصر مع الإحرام ﴿ كفاية الأحيار – كتاب الصلاة – صحفة : ١٤١﴾

Kalau mau niat JAMAK sekaligus MERINGKAS sholat atau mengQoshor sholat, maka meletakkan niat QOSHOR saat TAKBIROTUL IHROM, meletakkan niat JAMAK didalam SHOLAT YANG PERTAMA. Semuanya diucapkan DALAM HATI. Lafadz niat JAMAK dan QOSHOR seperti tecantum di atas. *

·         Masih tetap dalam perjalanan sampai datangnya waktu yang kedua atau masih turunnya hujan sampai salam sholat yang pertama.

Jamak Ta’khir

           Jamak ta’khir misalnya sholat Dzuhur dengan Ashar  dikerjakan diwaktu Ashar, misalnya Magrib dengan Isya’ dilaksanakan diwaktu Isya’. Yang terpenting adalah meletakkan niatnya yaitu diletakkan sebelum melaksanakan sholat dan masih dalam perjalanan, maka saat masuk waktu sholat dengan melaksanakan sholat lihurmatil wakti.
Untuk melaksanakan sholatnya misalnya dzuhur dengan Ashar, sholat dzuhur dulu baru Ashar atau sebaliknya. Dikerjakan dzuhur dulu karena disesuaikan dengan urutan, dilaksanakan Ashar dulu karena saat itu Asharlah yang memiliki waktu.
Niatnya seperti tercantum diatas * hanya cara meletakkan niatnya harus pas.

Refferensi :
-      Hasyiah Syarqowi, Bab Kayfiyatu sholati safar, Hal : 251 – 252 Perc. Darrul Fikr, Beirut.
-     Kifayatul Ahyar, Kitabu Sholah, hal : 140 -141, perc. Darul Kutub Islamiyah, Jakarta.

Komentar, Kritik, dan saran membangun kami tunggu.......... Syukron

Terima Kasih atas kunjungannya...
Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Hoe Studio Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger